Rico Waas Dorong KADIN Medan Tingkatkan Investasi dan Dukung Program Makanan Bergizi Gratis

Dalam situasi ekonomi yang terus berkembang, peran Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Medan semakin penting dalam mendorong investasi dan menciptakan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat. Rico Waas, sebagai Wali Kota Medan, baru-baru ini mengajak jajaran pengurus KADIN Medan yang dipimpin oleh Arman Chandra untuk lebih aktif dalam memperkuat perekonomian kota. Melalui peningkatan investasi dan hilirisasi produk, diharapkan KADIN Medan dapat berkontribusi dalam menciptakan dampak ekonomi yang signifikan.
Pelantikan Pengurus KADIN Medan
Pada kesempatan tersebut, Rico Waas mengucapkan selamat kepada Arman Chandra yang terpilih kembali untuk periode kedua sebagai ketua KADIN Medan. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa keberhasilan organisasi sangat bergantung pada kerjasama tim. Rico berharap KADIN Medan dapat menjadi agen perubahan yang memberikan dampak positif bagi para pelaku usaha di kota ini.
“Ketua tidak bisa bekerja sendirian. Agar organisasi dapat berjalan dengan baik, semua anggota harus bergerak bersama,” ungkap Rico Waas, menekankan pentingnya kolaborasi dalam mencapai tujuan bersama. Ia juga mengingatkan kepada pengurus untuk fokus pada penciptaan warisan dan berupaya maksimal tanpa mencari perhatian berlebih.
Investasi yang Meningkat di Kota Medan
Rico Waas juga memaparkan bahwa investasi di Kota Medan mengalami lonjakan signifikan, mencapai 191% dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk tahun ini, ia berharap KADIN dapat menarik lebih banyak investor, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Pemerintah Kota Medan berkomitmen untuk mempermudah proses investasi sesuai dengan regulasi yang berlaku.
“Kami akan menghapus praktik pungutan liar dan berbagai hambatan birokrasi yang dapat mengganggu iklim investasi. Hal ini diharapkan dapat berdampak positif terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” tegasnya.
Potensi Program Makanan Bergizi Gratis
Rico Waas juga menyoroti potensi yang ada pada program nasional Makanan Bergizi Gratis. Dengan target Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Medan mencapai 255 titik, program ini diproyeksikan dapat melayani sekitar 700.000 jiwa setiap harinya. Hal ini menunjukkan kebutuhan bahan pangan yang sangat besar.
“Jika program ini berjalan dengan baik, kebutuhan telur di Medan bisa mencapai 5,6 juta butir per bulan. Ini adalah peluang yang sangat menjanjikan,” tambahnya. Melihat potensi tersebut, Rico mengajak KADIN untuk menciptakan pengusaha baru di sektor pangan, seperti penyedia telur dan sayuran, guna memperkuat rantai pasok dan memastikan ketersediaan stok di Kota Medan.
Transformasi UMKM dan Hilirisasi Produk
Menurut Rico Waas, KADIN Medan perlu berperan aktif dalam menjadikan Medan sebagai pusat perdagangan yang berfokus pada hilirisasi produk. Ia meminta agar KADIN tidak hanya menjalankan kegiatan secara normatif, tetapi juga berinovasi untuk membawa produk lokal ke pasar internasional.
“Kami memiliki potensi besar dari UMKM di Medan yang saat ini masih beroperasi di pasar mikro. Saya mendorong KADIN untuk melakukan riset pasar global dan mengembangkan produk-produk lokal, seperti camilan rengginang yang memiliki peluang ekspor,” jelas Rico.
Mendorong Kreativitas dan Inovasi
Rico juga mengingatkan para pengusaha untuk berpikir kreatif dan inovatif, mencontoh keberhasilan industri kreatif Korea Selatan yang mampu memasarkan budaya pop seperti K-Pop dan film secara global. “Kita perlu menjadikan budaya dan kreativitas sebagai bagian dari strategi pemasaran kita,” tuturnya.
Sinergi Antara Pemko Medan dan KADIN
Pelantikan pengurus KADIN Medan diharapkan dapat memperkuat sinergi antara Pemerintah Kota Medan dan KADIN dalam mengeksekusi tiga pilar utama pembangunan ekonomi. Pilar tersebut meliputi peningkatan investasi, pemanfaatan peluang dari program nasional, serta transformasi UMKM agar dapat bersaing di pasar internasional.
Ketua KADIN Medan periode 2025–2030, Arman Chandra, menegaskan komitmen organisasi untuk bekerja sama dengan Pemerintah Kota Medan dalam membangun ekonomi daerah yang lebih kuat dan inklusif. Ia percaya bahwa kolaborasi antar sektor adalah kunci untuk menghadapi berbagai tantangan ekonomi yang ada.
Tantangan Ekonomi Global dan Lokal
Arman Chandra juga menggarisbawahi tantangan ekonomi global, seperti ketidakpastian geopolitik, konflik perdagangan, fluktuasi harga komoditas, serta gangguan rantai pasok. Ia menekankan bahwa dunia usaha perlu lebih adaptif dan inovatif dalam menghadapi tantangan tersebut.
Di tingkat lokal, Arman menyebutkan pentingnya akselerasi digitalisasi UMKM, peralihan menuju ekonomi hijau, dan menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan inflasi. “KADIN Medan harus hadir sebagai solusi bagi semua pelaku usaha, dari skala mikro hingga besar, agar mereka dapat bertahan dan berkembang,” ujarnya.
Komitmen untuk Masa Depan yang Inklusif
Dengan semangat “Medan untuk Semua, Semua untuk Medan,” Arman berkomitmen untuk menciptakan iklim investasi yang sehat, memperluas jaringan bisnis, serta menjadikan Medan sebagai pusat ekonomi yang inklusif di Indonesia. Dia percaya bahwa kolaborasi lintas sektor adalah kunci untuk mencapai tujuan tersebut.
Setelah pelantikan, pertemuan dilanjutkan dengan Rapat Pimpinan KADIN Medan yang dibuka oleh Wali Kota Rico Waas, yang ditandai dengan pemukulan gong sebagai simbol dimulainya langkah baru dalam pengembangan ekonomi di Medan.


