BeritaBGNBogorMBGNASIONALProgram MBGU T A M A

BGN Mendorong Inovasi Menu MBG: Mempertargetkan Kualitas Bintang 5 dengan Harga yang Terjangkau

Dadan Hindayana, yang memimpin Badan Gizi Nasional (BGN), berambisi untuk mendorong inovasi dalam menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dia menginginkan adanya makanan bermutu tinggi yang masih dalam jangkauan harga yang terjangkau.

Inovasi Menu MBG

Harapannya, kolaborasi antara pakar gizi dan chef profesional dapat menghasilkan menu MBG yang unik. Menu ini tidak hanya memenuhi standar gizi, tetapi juga sebanding dengan kualitas makanan kelas atas.

“Saya berharap munculnya berbagai inovasi makanan dari ahli gizi dan chef profesional. Sehingga akan dihasilkan menu khas Program Makan Bergizi yang kualitasnya setara dengan makanan berbintang lima, tetapi harganya tetap dalam kisaran Program MBG dengan bahan baku Rp10.000,” ungkapnya di Bogor, Selasa (17/03/2026).

Pentingnya Inovasi Produk

Menurut Dadan, inovasi produk menjadi semakin penting, khususnya selama bulan Ramadan. Di periode ini, makanan yang disajikan tidak hanya harus bergizi dan segar, tetapi juga harus memiliki daya tahan yang panjang.

“Inovasi produk ini sangat penting, terutama terkait dengan program selama bulan Ramadan. Di mana kita membutuhkan makanan yang berkualitas tinggi, segar, namun tahan lama. Inilah tantangannya,” jelas Dadan.

Peningkatan Jumlah SPPG

Dadan juga menyoroti pertumbuhan pesat jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selama setahun terakhir. Jika pada Ramadan tahun sebelumnya jumlah SPPG masih sekitar 1.000 unit, kini telah meningkat signifikan menjadi sekitar 25.000 unit di seluruh Indonesia.

Menurutnya, peningkatan skala ini juga membawa tantangan dalam menjaga konsistensi kualitas layanan. Meski ada beberapa SPPG yang menjadi sorotan publik, ia menilai hal tersebut masih dalam batas yang dapat diterima jika dilihat dari total keseluruhan yang beroperasi.

“Jadi jika ada 62 dari 25.000 yang menjadi viral karena sesuatu yang luar biasa, jika dihitung secara persentase sebenarnya jumlahnya kecil. Namun, itulah yang kemudian dilihat oleh masyarakat,” kata dia.

Perbaikan dan Evaluasi

Dadan menegaskan bahwa evaluasi dan perbaikan akan terus dilakukan secara internal agar kualitas layanan MBG dapat merata di seluruh wilayah. Dia juga menekankan pentingnya kepatuhan terhadap petunjuk teknis dan standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan.

“Kita harus terus melakukan perbaikan dari dalam agar kualitas layanan merata dan tidak ada satu pun SPPG yang menyimpang dari petunjuk teknis dan SOP yang ditetapkan,” pungkasnya.

Related Articles

Back to top button