PB MI Bekukan 26 Pengprov, Sulteng Tolak Plt Pengurus dan Serukan Munaslub April 2026
Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PB MI) telah mengambil langkah drastis dengan membekukan 26 Pengurus Provinsi (Pengprov) Muaythai di seluruh Indonesia, termasuk Pengprov Muaythai Indonesia Sulawesi Tengah (MI Sulteng). Keputusan ini segera menimbulkan reaksi keras, terutama dari MI Sulteng, yang merasa tindakan tersebut tidak sesuai dengan prosedur yang berlaku dan tidak memiliki dasar yang jelas dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.
Reaksi MI Sulteng terhadap Pembekuan
Ketua Pengprov MI Sulteng, Suandi, bersama dengan timnya, secara tegas menolak keputusan pembekuan yang dikeluarkan oleh PB MI. Penolakan ini mengacu pada ketidakpatuhan terhadap mekanisme organisasi yang telah ditetapkan. Mereka berpendapat bahwa proses pembekuan ini tidak sah dan tidak mengikuti langkah-langkah yang seharusnya dilakukan.
Klarifikasi dari Sekretaris Umum
Sekretaris Umum Muaythai Sulawesi Tengah, Kusno Bunga, juga mengungkapkan penolakannya. Menurutnya, keputusan tersebut tidak memiliki landasan hukum yang kuat dalam organisasi. Dia menekankan bahwa pembekuan ini tidak hanya tidak beralasan, tetapi juga bertentangan dengan ketentuan yang ada.
- Musyawarah Provinsi (Musprov) MI Sulteng yang sah hingga 2029.
- Kurangnya pasal yang dilanggar dalam AD/ART.
- Aktivitas yang terus dilakukan bersama PB MI dan KONI Sulteng.
- Prosedur pembekuan yang tidak diikuti.
- Komitmen untuk memajukan olahraga muaythai.
Dasar Penolakan
Kusno menyoroti bahwa surat pembekuan yang diterbitkan tidak mencantumkan pasal yang dianggap dilanggar. Hal ini dianggapnya sebagai pelanggaran terhadap ketentuan baku yang mengatur tata cara pembekuan kepengurusan di tingkat provinsi. Ia menegaskan bahwa tidak ada satu pun pasal yang dilanggar oleh kepengurusan mereka.
“Kami aktif berpartisipasi dalam semua program dan agenda PB MI, serta terlibat dalam kegiatan KONI Sulteng. Oleh karena itu, keputusan pembekuan ini jelas tidak memiliki alasan yang kuat,” ungkap Kusno dalam pernyataan tertulisnya pada Rabu, 8 April 2026.
Implikasi Keputusan Pembekuan
Keputusan PB MI ini juga menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengurus dan atlet muaythai di Sulawesi Tengah. Banyak yang merasa bahwa langkah ini akan menghambat perkembangan olahraga di daerah tersebut. Pertanyaan tentang masa depan muaythai di Sulteng menjadi semakin mendesak, terutama terkait dengan dukungan dan bimbingan yang selama ini diberikan oleh PB MI.
Penegasan dari Ketua Pengprov
Kusno juga menambahkan bahwa setelah dikeluarkannya surat pembekuan, ia menerima pernyataan dari Ketua Umum PB MI yang melarang mereka untuk menggunakan nama muaythai, sebuah tindakan yang dianggapnya semakin memperkuat kesan bahwa keputusan yang diambil tidak mencerminkan semangat pembinaan olahraga. Ini dianggapnya sebagai langkah mundur bagi perkembangan cabang olahraga muaythai.
“Keputusan ini sangat merugikan kami dan berpotensi menghambat kemajuan olahraga muaythai, terutama di Sulawesi Tengah,” tegas Kusno, menyoroti dampak negatif yang mungkin timbul akibat keputusan tersebut.
Panggilan untuk Munaslub
Merespons situasi yang berkembang, Pengprov MI Sulteng juga menyerukan pelaksanaan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) yang direncanakan pada April 2026. Mereka berharap, melalui Munaslub ini, dapat dilakukan evaluasi terhadap kepengurusan PB MI dan mencari solusi yang lebih baik bagi perkembangan olahraga muaythai di Indonesia.
Tujuan Munaslub
Beberapa tujuan dari Munaslub yang diusulkan oleh MI Sulteng meliputi:
- Mengevaluasi keputusan pembekuan yang dianggap kontroversial.
- Mendiskusikan berbagai persoalan di tingkat provinsi dan nasional.
- Merumuskan langkah-langkah strategis untuk perkembangan olahraga muaythai.
- Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan organisasi.
- Menjaga hubungan baik antar Pengprov di seluruh Indonesia.
Dengan adanya Munaslub ini, MI Sulteng berharap dapat memperbaiki hubungan dengan PB MI dan memastikan bahwa suara mereka didengar dalam pengambilan keputusan yang berpengaruh terhadap masa depan muaythai di Indonesia.
Perluasan Wawasan dan Komitmen Bersama
Situasi ini juga menjadi pengingat bagi semua pihak tentang pentingnya komunikasi dan kolaborasi dalam organisasi olahraga. Dalam menghadapi konflik internal, sangat penting untuk memiliki mekanisme penyelesaian yang jelas dan adil. Semua pengurus dan anggota diharapkan dapat bersatu demi kepentingan bersama, terutama dalam memajukan olahraga yang mereka cintai.
Seiring dengan dinamika yang terjadi, harapannya adalah agar semua pihak dapat menemukan titik temu dan bekerja bersama untuk mencapai tujuan yang lebih besar. Masyarakat dan atlet muaythai di Sulawesi Tengah menantikan solusi yang konstruktif dan pembinaan yang berkelanjutan dari PB MI.
Dalam beberapa bulan ke depan, perhatian akan tertuju pada pelaksanaan Munaslub dan bagaimana keputusan yang dihasilkan akan mempengaruhi arah perkembangan olahraga muaythai di Indonesia. Ketegangan saat ini diharapkan dapat berujung pada kesepakatan yang saling menguntungkan bagi semua pihak.




