Latihan ERP Kolaboratif Lanud RSA dan UPBU Ranai Simulasikan Kecelakaan Pesawat di Natuna

Keadaan darurat penerbangan dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, dan setiap detik sangat berharga dalam menanggulanginya. Dengan meningkatnya volume penerbangan, penting bagi instansi terkait untuk selalu siap menghadapi kemungkinan tersebut. Dalam konteks ini, Lanud Raden Sadjad (Lanud RSA) bersama dengan Kantor UPBU Kelas III Ranai melaksanakan latihan Emergency Response Plan (ERP) pada tanggal 11 Juni 2026. Latihan ini bertujuan untuk memperkuat kesiapan dan kemampuan semua pihak dalam menghadapi situasi darurat yang berkaitan dengan penerbangan di Natuna.
Pentingnya Latihan ERP Kolaboratif
Latihan ini merupakan bagian dari Program Kerja Lanud Raden Sadjad untuk Tahun Anggaran 2026 dalam bidang Operasi dan Latihan. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi berbagai kemungkinan keadaan darurat penerbangan yang mungkin terjadi di wilayah Natuna. Dengan melakukan latihan kolaboratif, berbagai instansi dapat bekerja sama secara lebih efektif dan efisien.
Pemimpin Latihan
Latihan ERP ini dipimpin oleh Komandan Lanud RSA, Marsekal Pertama TNI Onesmus Gede Rai Aryadi, S.E., M.M., M.Han., dan Kepala Dinas Operasi Lanud RSA, Kolonel Pnb Dion Aridito, S.T., M.M., yang bertindak sebagai Komandan Latihan. Kehadiran para pemimpin ini menunjukkan komitmen tinggi terhadap peningkatan kemampuan dan profesionalisme personel dalam menghadapi situasi darurat.
Partisipasi dan Sinergi
Latihan ini melibatkan sebanyak 109 personel yang terdiri dari berbagai elemen, termasuk 20 personel kelompok latihan, 4 orang pelatih, serta 85 pelaku dan pendukung latihan. Keterlibatan berbagai unsur ini menegaskan pentingnya sinergi dan koordinasi antarinstansi dalam menghadapi keadaan darurat penerbangan. Masing-masing pihak memiliki peran vital untuk memastikan efisiensi dan efektivitas respons terhadap insiden yang terjadi.
Simulasi Latihan ERP
Dalam simulasi yang dilakukan, petugas Air Traffic Control (ATC) menerima laporan dari APP Tanjungpinang mengenai pesawat Bombardier Air PK-XXX rute Kinabalu-Batam yang mengalami gangguan tekanan kabin saat berada di Point Terix, sekitar 90 nautical mile dari Natuna pada ketinggian 15.000 kaki. Pesawat tersebut diperkirakan akan melakukan pendaratan darurat di Lanud RSA pada pukul 02.45 UTC. Informasi kritis ini segera diteruskan kepada Kepala Dinas Operasi Lanud RSA.
Prosedur Aktivasi ERP
Setelah menerima informasi tersebut, Kepala Dinas Operasi melaporkan kepada Komandan Lanud RSA untuk mengaktifkan prosedur Emergency Response Plan yang telah ditetapkan. Dalam skenario latihan, pesawat yang membawa 13 orang tersebut mengalami crash landing di sisi barat line up Runway 36, yang mengakibatkan kebakaran. Kejadian ini memaksa seluruh unsur penanggulangan keadaan darurat untuk bergerak cepat sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing.
Evakuasi dan Penanganan Korban
Setelah insiden terjadi, tim medis segera melakukan evakuasi penumpang dan awak pesawat dari lokasi kejadian menuju area aman. Korban yang terluka mendapatkan penanganan awal sebelum dipindahkan untuk perawatan lebih lanjut. Sementara itu, penumpang yang selamat ditempatkan di lokasi yang telah disterilkan untuk memastikan keamanan mereka.
Penanganan Kebakaran
Secara bersamaan, tim PK-PPK Lanud RSA dan ARFF UPBU Kelas III Ranai melaksanakan pemadaman kebakaran untuk mencegah api menyebar lebih luas. Personel Polisi Militer Angkatan Udara (Pomau) dan Intelijen juga terlibat dalam pengamanan serta sterilisasi area kejadian, sembari melakukan olah tempat kejadian perkara untuk memastikan semua aspek terkelola dengan baik.
Tujuan dan Manfaat Latihan
Latihan ERP kolaboratif ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan, keterampilan, dan profesionalisme personel dalam menghadapi keadaan darurat yang terkait dengan kecelakaan pesawat udara. Dengan demikian, risiko terhadap nyawa manusia dan kerugian materiil dapat diminimalisir. Latihan ini juga berfungsi sebagai sarana untuk menguji kecepatan respons, efektivitas prosedur, serta koordinasi antarinstansi dalam menghadapi situasi darurat yang mungkin terjadi.
Konferensi Pers Pasca Latihan
Setelah seluruh rangkaian simulasi berlangsung, kegiatan dilanjutkan dengan konferensi pers yang dipimpin oleh Komandan Lanud RSA bersama Kepala Kantor UPBU Kelas III Ranai, Ade Yuliana, S.SiT., M.M. Mereka didampingi oleh para kepala dinas terkait. Konferensi pers ini menjadi bagian penting dari latihan ERP, bertujuan melatih prosedur penyampaian informasi dan komunikasi publik kepada media massa dalam situasi darurat penerbangan. Dengan ini, informasi yang diterima masyarakat dapat disampaikan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.
Evaluasi dan Tindak Lanjut
Di akhir kegiatan, evaluasi latihan dipimpin langsung oleh Komandan Lanud RSA. Dalam kesempatan ini, beliau menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah melaksanakan setiap tahapan latihan dengan penuh kesungguhan, disiplin, dan tanggung jawab. Hal ini menunjukkan komitmen serius dari semua pihak dalam mempersiapkan diri menghadapi keadaan darurat.
Pentingnya Peningkatan Berkelanjutan
Komandan Lanud RSA menekankan bahwa setiap latihan adalah sarana untuk meningkatkan kemampuan dan profesionalisme personel. Oleh karena itu, segala kekurangan yang ditemukan selama pelaksanaan latihan harus dijadikan bahan evaluasi dan koreksi. Dengan demikian, pelaksanaan Emergency Response Plan di masa mendatang dapat berlangsung lebih cepat, tepat, terpadu, dan efektif dalam menghadapi keadaan darurat yang mungkin terjadi.